Checker Penyimpanan: Berikut Pengertian dan Tugasnya

Checker Penyimpanan: Berikut Pengertian dan Tugasnya

Dalam sebuah perusahaan, apapun niche bisnisnya, Niscaya mempunyai Penyimpanan Buat menyimpan pasokan barang. Adapun orang yang bertanggung jawab dalam menjaga dan mengelola Penyimpanan disebut checker Penyimpanan. Checker Penyimpanan adalah orang yang Krusial dalam sebuah perusahaan. 

Pekerjaan sebagai checker Penyimpanan sepenuhnya bertanggung jawab dalam mengoperasionalisasikan bagian Penyimpanan produksi. Lampau apa saja yang menjadi tanggung jawab dari seorang checker Penyimpanan dan bagaimana Langkah kerjanya? 

Pengertian Checker Penyimpanan

Apa yang dimaksud dengan checker Penyimpanan? Checker Penyimpanan adalah orang yang bertanggung jawab Buat menimbang, mengukur, dan memeriksa bahan di Penyimpanan. 

Pekerjaan ini juga mengharuskan checker Penyimpanan Buat mengawasi Penyimpanan, memeriksa kualitas produk, menyimpan dan mengirimkan produk ke pelanggan.  

Tugas checker Penyimpanan juga menggunakan timbangan industri Buat bahan curah, mengumpulkan data pengukuran bahan, dan mencatat sampel bahan seperti yang diarahkan oleh supervisor Penyimpanan. 

Adapun secara Biasa tanggung jawab dari seorang checker atau helper Penyimpanan adalah memeriksa seluruh barang yang tersedia di Penyimpanan dalam sebuah perusahaan. Bukan hanya itu saja, checker Penyimpanan juga punya tugas lain yang Eksis kaitannya dengan operasional Penyimpanan.

Buat menjalankan tanggung jawab yang dibebankan kepada, checker Penyimpanan, maka diperlukan berbagai Macam-macam skill Buat menunjang kinerjanya, yakni:

1. Kemampuan Buat Berpikir Kritis

Seorang checker Penyimpanan perlu Buat Mempunyai kemampuan dalam berpikir kritis agar Dapat memecahkan masalah. Dalam mengelola operasionalisasi Penyimpanan, tentu saja akan Eksis masalah atau kendala yang mengiringi, di situlah checker Penyimpanan dituntut Buat Dapat berpikir kritis.

Seorang checker Penyimpanan setidaknya perlu Buat mengatasi berbagai Macam-macam masalah yang dimiliki selama menangani berbagai Macam-macam operasionalisasi Penyimpanan. 

2. Keterampilan Komunikasi

Skill yang perlu dimiliki oleh checker Penyimpanan selanjutnya adalah komunikasi. Mempunyai skill komunikatif terbilang Krusial Buat dimiliki oleh setiap divisi pekerjaan apapun, termasuk juga dengan checker Penyimpanan.

Ketika checker Penyimpanan punya keterampilan komunikasi yang bagus, maka ia Dapat mengkomunikasikan pesan dengan Langkah yang lebih efisien Bagus pada rekan kerja maupun atasannya. 

Baca Juga:   Pengertian Pallet Mesh dan Fungsinya dalam Industri Pergudangan

Bagus berkomunikasi secara langsung maupun tertulis, checker Penyimpanan dituntut Buat Mempunyai keduanya secara bersamaan Buat menunjang kinerjanya. 

3. Dapat Berkolaborasi dalam Tim

Dalam menjalankan proses operasionalisasi Penyimpanan, maka checker pastinya akan selalu berhubungan dengan berbagai pihak. Maka dari itu, seorang checker Penyimpanan juga perlu Mempunyai skill Buat Dapat berkolaborasi dengan tim. 

Ketika checker Penyimpanan punya kemampuan Buat berkolaborasi dengan rekan kerjanya, maka segala Macam-macam proses kerja yang dimiliki Berbarengan tim pastinya akan berjalan dengan  lebih optimal. Artinya, Seluruh proses operasionalisasi dalam perusahaan akan berlangsung dengan efektif dan juga efisien. 

4. Mempunyai Kemampuan Analisis dengan Bagus                           

Kemampuan lain yang perlu Buat checker Penyimpanan miliki selanjutnya adalah Dapat menganalisis sesuatu dengan Pas. Mengapa skill ini sangat Krusial dan diperlukan? 

Karena proses operasionalisasi yang terjadi di Penyimpanan Dapat mengalami berbagai kendala dan terjadi banyak perubahan sistem. Nah, dalam menghadapi kendala dan perubahan tersebut, maka kemampuan menganalisis seorang checker Penyimpanan ini sangatlah diperlukan.

Ketika checker Penyimpanan punya skill analisis yang bagus, maka segala Macam-macam kendala Dapat ditangani dengan Pas dan pekerjaan yang dihasilkan berjalan dengan maksimal. Tak heran Kalau gaji checker Penyimpanan lumayan besar karena skill yang dibutuhkan juga banyak.

5. Punya Pengetahuan dalam Mengoperasikan Sistem Penyimpanan

Ketika ini, Penyimpanan dalam perusahaan manapun Mempunyai sistem operasionalisasi yang Tak Tengah dijalankan secara manual. 

Nyaris Seluruh perusahaan terutama dalam skala besar sudah menggunakan banyak tools atau teknologi canggih dalam sistem pergudangan agar semuanya menjadi lebih praktis.

Oleh Karena itu, checker Penyimpanan juga dituntut Buat punya kemampuan yang bagus dalam menangani sistem operasi Penyimpanan. Berapa gaji checker Penyimpanan? Rata-rata gaji Buat pekerjaan ini Dapat mencapai Nomor 4 jutaan rupiah. Cukup fantastis bukan gaji checker warehouse?

Baca Juga:   Inventory Control Methods, Kenali Jenis dan Fungsinya!

Baca Juga: Langkah Manajemen Stok Barang Buat Bisnis Anda

Apa Saja Tugas Checker Penyimpanan?

Setelah Paham checker Penyimpanan merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan sistem warehouse dalam sebuah perusahaan, inilah sejumlah tugas yang umumnya dimiliki dan dijalankan:

1. Melakukan Manajemen Inventaris

Apa saja pekerjaan checker Penyimpanan? Pekerjaan yang harus dimiliki oleh seorang checker Penyimpanan sendiri adalah harus mengelola inventaris yang Eksis di dalam Penyimpanan. 

Sebagai pekerjaan utamanya menjaga Penyimpanan maka warehouse checker harus selalu mengecek dengan detail segala Macam-macam stok barang yang dimiliki di dalam warehouse.

Ia juga dituntut Buat perlu memahami bagaimana dan seperti apa jalur keluar masuk stok produk dan barang yang Eksis beserta sisanya. 

2. Menjaga Kualitas dari Stok Barang

Selain Mempunyai tanggung jawab dalam memeriksa dan mengelola berbagai Macam-macam stok barang, seorang checker Penyimpanan juga Mempunyai tugas Buat menjaga dengan Bagus kualitas inventaris yang dimiliki oleh Penyimpanan perusahaan tersebut. 

Seorang checker Penyimpanan juga perlu memastikan bahwa seluruh barang yang keluar dan juga masuk dari atau ke Penyimpanan Betul-Betul terjaga kualitasnya. 

Checker Penyimpanan adalah pekerjaan yang menuntut ketelitian. Ia harus teliti dan sepenuhnya bertanggung jawab pada stok barang yang Eksis di Penyimpanan supaya Tak mudah rusak dan berujung pada kerugian perusahaan.

3. Membikin Laporan Pengelolaan Penyimpanan

Tanggung jawab dan tugas terakhir yang dimiliki oleh seorang checker Penyimpanan yang terakhir adalah Membikin laporan stok. Jadi, setiap kali checker Penyimpanan memeriksa stok dan inventaris yang Eksis di Penyimpanan, maka ia harus menyusun laporannya sesuai dengan hasil pengecekan. 

Laporan yang disusun juga harus detail dan Seksama berisikan penjelasan mengenai Seluruh agenda kerja yang ia jalankan selama memeriksa Penyimpanan.

Baca Juga:   Apa itu FIFO, FEFO, dan LIFO dalam Pergudangan?

Checker Penyimpanan juga perlu mengetahui berapa total barang yang keluar dan masuknya di Penyimpanan dengan penjelasan yang mendetail. 

Melalui laporan yang disusun oleh checker Penyimpanan itulah, maka pihak manajemen inventaris beserta dengan jajaran tim lainnya di dalam perusahaan akan terbantu. 

Melalui laporan yang Seksama juga, maka bisnis pun juga Dapat mengambil keputusan apakah perlu mengambil stok barang Tengah atau Tak. Perusahaan jadi Dapat menyusun jadwal pengisian ulang stok dari supplier ataupun vendor. 

Tempat penyimpanan yang tersedia di dalam Penyimpanan juga Dapat seimbang. Artinya, Penyimpanan Tak akan terlalu penuh Tetapi juga Tak terlalu Senggang ruangnya sehingga perusahaan lebih mudah dalam mengelola inventaris yang Eksis. 

Baca Juga: Mengenal Manajemen Inventory, Fungsi, Tujuan dan Manfaat

Bagaimana Langkah Kerja Checker Penyimpanan?

Pada dasarnya Langkah kerja checker Penyimpanan sendiri Tak jauh berbeda dengan tanggung jawab dan tugas Primer yang sudah dijabarkan sebelumnya. Berikut adalah Langkah kerja yang dimiliki oleh seorang checker Penyimpanan:

1. Menerima produk, bahan baku atau barang lain yang relevan dari supplier sesuai jumlah dalam Arsip tanpa merusak produk.

2. Menyimpan produk yang diterima dari supplier di area Penyimpanan yang ditunjuk berdasarkan kategori produk.

3. Menghitung dan periksa stok, inventaris, dan memeriksa kualitas produk secara detail di Penyimpanan.

4. Mengawasi penyiapan produk Buat pengisian karyawan perusahaan dan perwakilan perusahaan.

5. Berkoordinasi dengan supplier dan vendor Buat mendukung pengiriman tanda terima produk.

6. Mengelola dengan Bagus Seluruh produk di Penyimpanan dan melakukan tugas yang diberikan oleh supervisor.

Baca Juga: Stock Opname Adalah: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Langkah Penyelenggaraan

Checker Penyimpanan adalah pekerjaan yang memang membutuhkan ketelitian dalam mengelola dan menjaga kualitas stok. Diperlukan ketelitian Buat Dapat bekerja di bidang ini mengingat tugas kerja utamanya yang begitu besar.